Selasa, 21 Desember 2021

Jenis-Jenis Ikan Manfish

 


Jenis ikan hias air tawar satu ini pasti sudah sangat familiar karena tampilannya yg khas. Ikan manfish atau juga disebut sebagai Freshwater Angelfish merupakan ikan hias dng bentuk tubuh seperti layang-layang. Tubuhnya lebar pipih, begitu pun dng siripnya yg terlihat tinggi dan panjang.

Manfish termasuk dlm spesies pterophyllum scalare. Selain itu masih dlm satu keluarga dng ikan discus yg berasal dari Amazon. Bukan hanya populer sebagai ikan hias, ikan ini pun dapat digolongkan menjadi ikan populer bernampilan khas yg akan diingat oleh Aqua Friends pemula. Karena Manfish berada di kelompok ikan tropis, keberadaannya di Indonesia pun mudah ditemui.

Ikan ini pun banyak dipilih karena karakternya yg tenang sebagai ikan hias yg tentu mempermudah pemiliknya dlm perawatan. Serta tentunya dapat meminimalisir saling serang antara ikan hias di satu akuarium yg sama. Beberapa karakter ikan hias memang ada yg cenderung lebih suka menyerang dan memberi risiko tinggi terjadinya ikan mudah mati.

Jenis-Jenis Ikan Manfish

Albino Manfish

Jenis pertama adalah albino manfish. Menurut sejarahnya, jenis manfish ini hasil dari mutasi genetik yg membuat keseluruhan tubuhnya berwarna putih silver. Dari mulai ekor hingga bagian wajah dan mulut. Sementara bagian mata berwarna kemerahan.

Sayangnya jenis albino mempunyai rentan hidup cukup sebentar dibanding jenis lainnya. Mereka lebih sensitif terhadap penyakit.

Gold Manfish

Selanjutnya ada ikan manfish berjenis gold. Warna yg mendominasi memang keemasan bercampur perak. Membuat manfish ini terlihat mencolok ketika berada di akuarium.

Jangan heran bila Aqua Friends ketika membelinya di awal warna emasnya tidak begitu jelas. Sebab di tahun pertama warna tubuhnya masih masuk dlm masa pertumbuhan.

Leopard Manfish

Tidak banyak yg memilih jenis manfish dng sebutan leopard ini karena warnanya yg dinilai kurang menarik. Tetapi saat ikan ini dipersatukan di dlm akuarium, maka akan memberi keindahan tersendiri.

Walau sebutannya leopard, corak dan warna di tubuhnya lebih ke totol-totol seperti macan tutul. Pigmen totol-totol tersebut bisa saja hilang jika perawatannya kurang baik.

Black Lace Manfish

Black lace atau manfish hitam mempunyai tubuh yg hampir seluruhnya berwarna hitam. Hanya ada sedikit sentuhan warna kebiruan di salah satu bagian tubuhnya seperti di bagian dekat insang. Bentuk dan ukuran sirip serta ekornya cukup panjang.

Ghost Manfish

Sejarah pemberian nama jenis manfish ini tidak begitu diketahui. Sebutan ghost mungkin menggambarkan keunikan warna pada tubuhnya yg sekilas terlihat seperti transparan.

Pada dasarnya tubuh ghost berwarna perak secara menyeluruh. Jadi ketika terkena pencahayaan yg sempurna di dlm akuarium, terlihat sangat menarik.

Smokey Manfish

Hampir mirip, smokey juga mempunyai warna tubuh yg didominasi warna perak keabuan. Warna abunya lebih tegas sehingga tubuhnya tidak tampak transparan. Bagian ekor ikan ini tidak terlalu panjang dan tubuhnya lumayan pipih.

Zebra Manfish

Nama jenis manfish ini diambil dari motif dan warna tubuhnya. Tubuh zebra manfish bermotif belang-belang dng warna hitam dan putih. Untuk jumlah belang garisnya bisa mencapai lima garis.

Rata-rata ukuran jenis zebra ini lebih kecil dibandingkan ukuran jenis manfish lainnya. Karena itu pergerakan tubuhnya jadi lebih lincah dan gesit.

Blushing Manfish

Jenis kedelapan ada blushing. Seperti sebutannya, blushing di sini menggambarkan warna kemerahan di area wajah. Sebenarnya warna merah ini bisa juga berwarna orange. Tergantung pada genetik atau induknya.

Sementara warna tubuh blushing berwarna putih keperakan. Blushing akan mengalami perubahan warna tubuh seiring bertambah usia. Biasanya menjadi lebih keemasan.

Koi Manfish

Ikan manfish dng sebutan koi dipercaya hasil dari perkawinan silang. Meski banyak juga yg menganggap jenis ini mungkin bukan hasil perkawinan silang seperti informasi yg beredar yaitu antara koi dan manfish. Warna tubuhnya persis warna ikan koi dng perpaduan putih keperakan, orange, serta hitam.

Veil Manfish

Berikutnya ada jenis veil yg cukup populer dan banyak dipilih untuk menghiasi akuarium. Veil manfish mempunyai tampilan sirip yg unik dan cantik. Siripnya panjang, sehingga tidak disarankan menempatkan ikan ini di satu akuarium bersamaan dng ikan hias lain yg mempunyai karakter agresif karena kemungkinan bagian sirip dan ekornya akan cepat rusak.

Marble Manfish

Sedikit terlihat serupa dng veil, tetapi siripnya tidak terlalu panjang, marble mempunyai keunikan pada corak di tubuhnya. Sesuai sebutannya marble, corak di tubuhnya membuat jenis ini banyak dicari pecinta ikan hias. Umumnya paduan warna hitam dan putih silver disertai sedikit warna orange atau kuning di bagian atas tubuhnya.

Cara Merawat Ikan Manfish

Perawatan manfish hampir sama dng ikan hias pada umumnya. Perlu diingat adalah ikan ini cukup sensitif terhadap pencahayaan di dlm akuarium dan kondisi kebersihan air. Pasti kalian ingin melihat ikan kesayangan tumbuh besar, bukan? Perawatan manfish agar cepat besar bisa dng menyediakan wadah akuarium dng ukuran cukup besar.

Sebab karakter ikan ini yg lumayan agresif dan tidak bisa diam. Suhu akuarium yg disarankan berkisar 26 sampai 30 derajat celcius. Hindari memasukan dekorasi berlebihan yg kemungkinan melukai manfish. Dedaunan lebar bisa menjadi pilihan terbaik yg biasanya menjadi tempat mereka bertelur.

Manfish yg sensitif pun mudah mengalami stress jika kondisi akuarium tidak sesuai standar, walau ikan ini tergolong mempunyai karakter kuat dan bisa menyesuaikan kondisi air atau akuarium. Hindari pengaturan arus air yg terlalu kencang agar mereka tidak stress.

Makanan Ikan Manfish

Jenis makanan bagi ikan manfish yg tepat bisa berupa pakan kemasan pabrik. Sesekali memberi makanan alami seperti udang kecil air asin, cacing darah, cacing kacang, atau pun cacing tubifex. Makanan yg dikonsumsi manfish bisa disamakan dng makanan ikan hias lainnya.

Untuk menjaga kondisi akuarium dan kebersihannya, aturlah jadwal pemberian makan. Jangan terlalu sering, apalagi memberi makanan berbahan alami. Selain mengotori akuarium, terlalu sering memberi makanan bahan alami akan membuat ikan jadi pemilih.

Cara Budidaya Ikan Manfish

Aqua Friends ingin coba budidaya ikan ini? Hal mendasar yg perlu dilakukan adalah membeli bibit ikan yg baik. Kalian juga bisa membeli jenis manfish indukan. Beberapa patokan untuk memilih manfish bagus untuk dibudidayakan yaitu pilihlah warna ikan yg terang atau tidak pucat.

Kemudian amati dan perhatikan pergerakan ikan yg ingin dipilih tersebut. Apakah gerakannya agresif dan lincah. Jika kurang, pertanda kondisi ikan tersebut kurang baik. Sebab manfish berkarakter agresif lincah. Ukuran tubuhnya pun harus diperhatikan. Hindari memilih ikan dng ukuran kurang ideal, misalnya terlalu kurus atau kecil untuk seusianya.

 

Cara lain yg tidak boleh luput diperhatikan ketika ingin budidaya, pilih indukan yg tidak cacat atau tidak terserang penyakit. Manfish termasuk ikan sensitif yg mudah terserang penyakit. Beberapa penyakit yg sering menyerang manfish di antaranya cacing kulit dan cacing jarum. Rata-rata diakibatkan adanya parasit. Parasit ini menyerang bagian kulit, insang, dan sirip mereka.

Bila ikan manfish milik kalian ingin tumbuh dan berkembang sempurna, atur juga pengaturan isi akuarium. Selain kualitas kondisi akuarium, pemilihan isi ikan hias akuarium pun harus diperhatikan. Ikan ini sering menyerang ikan berukuran lebih kecil dari tubuh mereka. Jenis ikan hias lain yg cocok disatukan dng manfish seperti ikan platy, ikan molly, ikan pedang, serta ikan hias seukuran lainnya.

Sabtu, 16 Januari 2016

Jenis-Jenis Kolam Budidaya Belut

Dalam budidaya belut, ada beberapa kolam yang harus disediakan, yaitu kolam penampungan induk, kolam pemijahan, kolam pendedaran dan kolam pembesaran. Dari beberapa kolam tersebut, ukurannya tidak harus seragam atau sama. Artinya, masing-masing kolam bisa berbeda ukuran sesuai dengan kebutuhan. Berukut ini ukuran masing-masing kolam yang disarankan dalam budidaya Belut, yaitu:




  • Kolam penampungan induk. Ukurannya 200 centimeter X 200 centimeter dengan kedalaman 100 centimeter.
  • Kolam pemisahan dan pendederan. Ukurannya 200 centimeter X 200 centimeter dengan kedalaman 100 centimeter.
  • Kolam pembesaran. Ukurannya 500 centimeter X 500 centimeter dengan kedalaman 120 centimeter.

Selain ketiga jenis kolam tersebut, dalam budidaya Belut diperlukan juga kolam penampungan dan kolam karantina. Kolam penampungan adalah kolam yang berfungsi untuk menampung belut setelah dipanen. Kolam penampungan ini juga bisa digunakan sebagai kolam karantina sebelum Bibit Belut ditebar ke dalam kolam.

Karantina Bibit Belut ini sangat penting, terutama untuk mencegah atau menghindari bibit penyakit dan juga untuk mengurangi tingkat kematian Bibit Belut setelah ditebar di kolam pemeliharaan. Karantina Bibit Belut ini juga bertujuan untuk memilah bibit belut siap tebar. Idealnya bibit belut yang ditebar harus Belut yang benar-benar sehat dan lincah. 

Proses karantina Bibit Belut juga tidak membutuhkan waktu lama. Karantina cukup dilakukan selama sehari semalam dengan menggunakan air bersih yang mengalir. Selama masa karantina, belut tetap harus diberi pakan. Ini agar belut yang lincah tidak menjadi lemes dan yang lemas tidak menjadi mati.

Cara Memilih Lokasi Ternak Belut

Dalam bisnis terutama ternak Belut, pemilihan lokasi adalah salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan ternak Belut. Lantas, bagaimana cara memilih lokasi ternak Belut? Perlu Anda ketahui, lokasi atau lahan ternak Belut harus berisi air bersih dan kaya akan oksigen. 

Kebutuhan air bersih dan kaya oksigen ini sangat penting terutama untuk bibit atau benih yang baru berukuran 1-2 centimeter. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya, belut dewasa dapat hidup di air yang keruh. Adapun lokasi ideal ternak belut adalah sebagai berikut:

  • Secara klimatologis belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Belut bisa hidup di dataran yang rendah maupun tinggi. Bisa pula hidup di tempat dengan curah hujan tinggi atau rendah. Belut juga tidak terpengaruh akan kelembaban. 
  • Kualitas air untuk pemeliharaan belut tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun dan minyak/limbah pabrik. 
  • Suhu udara/temperatur optimal untuk pertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
  • Bibit belut yang masih berukuran 1-2 cm memerlukan kondisi air yang baik, bening dan kaya akan oksigen. Sedangkan belut yang sudah  dewasa tidak terlalu memilih jenis air.


Prospek Ternak Belut

Belut merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sejak beberapa tahun terakhir ini, harga belut baik di pasar lokal maupun ekspor relatif stabil, bahkan terus mengalami kenaikan. Saat ini, harga belut untuk pasar lokal berkisar antara Rp. 35.000 sampai dengan Rp.45.000 per-kilogram. Bahkan dibeberapa daerah, harganya bisa mencapai Rp.80.000 per-kilogram. Sedangkan untuk pasar ekspor, harga belut bisa mencapai 12–15 Dollar atau setara dengan Rp. 150.000–Rp.200.000 per-kilogram, jika kurs rupiah berada pada nilai Rp. 13.000.

Melihat harga Belut di atas, maka belut memiliki prospek besar untuk meningkatkan perekonomian kita, jika kita mau dan bisa membudidayakannya. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, kebanyakan orang hanya mengandalkan pasokan belut dari alam, sehingga produksinya tidak begitu masif dan berkelanjutan. Padahal, baik di pasar lokal maupun ekspor, kebutuhan akan belut dari tahun ke tahun terus meningkat. Maka dari itu, budidaya belut baik sekala kecil maupun besar memiliki prospek dan harapan yang sangat baik. 

Pada tahun 2014-2015 lalu, permintaan belut segar dan hidup di sejumlah negara-negara Asia, membutuhkan 60 ton belut per-hari. Sedangkan pemasok hanya bisa memenuhi sebanyak 5 ton saja. Untuk negara-negara di Eropa, permintaan belut asap (smoked eel) sebanyak 2-4 ton per-hari. Ini semua belum termasuk permintaan belut untuk konsumen lokal yang ada di kota besar seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Malang.

Karena itulah, mengingat pasar yang begitu prospek dan cerah, maka budidaya belut sangatlah menjanjikan untuk kita geluti. Selain itu, modal yang dibutuhkan untuk budidaya belut juga relatif ringan.

Dalam pembudidayaan belut skala besar misalnya kita cukup tebar 40 kilogram bibit belut. Hal itu sudah bisa memenuhi permintaan pasar. Sebab, ukuran yang diminta para eksportir untuk belut konsumsi rata-rata sekitar 400g/ekor.

Untuk mendapatkan hasil demikian, pelaku budidaya belut bisa memberi belut dengan pakan berprotein tinggi, seperti cacing tanah, potongan ikan laut, dan keong mas. Cukup menunggu 4-5 bulan setelah menebar bibit, Anda sudah berkesempatan mengunduh hasil panen sebesar 400 kilogram belut.

Cara Ternak Belut


ternak belut, pakan belut, cara ternak belut, cara budidaya belut, cara beternak belut, budidaya belut tanpa lumpur, budidaya belut dalam drum, budidaya belut air bersih, beternak belut
Belut merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bentuk ikan belut sendiri ialah bertubuh bulat memanjang, memiliki sirip punggung, serta licin bila dipegang. Habitat asli Ikan Belut ialah daerah sungai, sawah dan rawa-rawa berlumpur. Ikan Belut termasuk suku Synbranchidae. Suku Synbranchidae terdiri dari empat generasi dengan total 20 jenis dan ditemukan hampir disemua daerah yang beriklim tropis. 

Belut berbeda dengan sidat. Meskipun bentuknya hampir sama, tetapi Ikan Belut tidak memiliki sirip, kecuali di bagian ekor yang terlihat samar-samar. Sedangkan Sidat memiliki sirip yang jelas. Ciri-ciri umum dari Ikan Belut ialah tubuhnya tidak bersisik, tidak memiliki kantung renang dan tidak memiliki tulang rusuk. Belut lebih banyak atau hidup di air tawar dan berlumpur. Sedangkan sidat hidup di air payau atau disekitar muara pantai. 

Ukuran tubuh belut bervariasi. Monopterus Indicus hanya berukuran 8,5 centimeter, sementara belut Marmer Synbranchus Marmoratus bisa mencapai 1,5 meter. Sedangkan Belut yang sering kita jumpai, yaitu belut sawah, sungai atau rawa, panjangnya bisa mencapai sekitar 1 Meter. 

Umumnya belut tidak suka berenang, ia lebih senang bersembunyi di dalam lumpur. Adapun makanan kesukaan belut itu sendiri ialah hewan-hewan kecil, misalnya ikan, katak, dan serangga. 

Jumat, 04 Desember 2015

Cara Menyeleksi Indukan Lele



Untuk memperoleh induk atau calon induk lele yang baik, maka perlu dilakukan seleksi. Tahap ini dilakukan mulai sejak fase telur. Benih-benih ikan yang berasal dari telur berukuran besar mempunyai kecepatan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan benih-benih berasal dari telur berukuran kecil.

Selain itu, cadangan makanan larva yang berasal dari telur ukuran besar lebih banyak daripada telur ukuran kecil. Seleksi dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Memilih benih-benih calon induk yang mempunyai bentuk luar baik.
  • Mempunyai keunggulan fisik baik, seperti pertumbuhannya lebih cepat dibanding dengan benih lainnya.
  • Tubuh tidak cacat dan mempunyai sifat-sifat unggul dari induknya.
  • Benih yang telah terpilih selanjutnya dipelihara secara khusus dan terpisah untuk kemudian dijadikan calon induk.

Setelah kita menyeleksi indukan yang bakal kita pijah, maka selanjutnya kita harus tahu bagaimana cara merawat indukan. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat indukan lele Anda.

  • Dalam proses, atau selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pelet). 
  • Ikan lele membutuhkan pelet dengan kadar protein yang relatif tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan. 
  • Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan.
  • Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan, sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya. Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu.
  • Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati.
  • Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.
  • Adapun kepadatan induk yaitu 5 ekor/m2 atau 100 ekor induk dalam kolam berukuran 20 m2. Untuk memperoleh induk unggul dapat dilakukan dengan cara seleksi, atau melalui kawin silang balik berdasarkan standar yang telah ditentukan.

Untuk memperoleh induk yang berkualitas baik, pakan yang diberikan pada induk lele harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya. Pakan yang baik akan menentukan kecepatan pematangan gonad. Dalam hal ini manajemen pemberian pakan sangat menentukan keberhasilan pemeliharaan induk lele.

Pakan yang diberikan berupa pelet dengan kadar protein minimal 30% yang menunjukkan bahwa pakan tersebut baik untuk diberikan ke induk. Karena protein akan digunakan untuk perkembangan telur, maka dengan kandungan protein yang tinggi dapat menyebabkan perkembangan telur berlangsung lebih cepat dan kualitas telur yang dihasilkan lebih baik. Pemberian pakan dilakukan diberikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

Sabtu, 28 November 2015

Tips Memanen Lele Sangkuriang

Pemanenan biasanya dianggap hal mudah, namun jika tidak dilakukan dengan benar dapat merugikan Anda sendiri karena kulit ikan dapat rusak dan bau amis masih menempel di tubuh ikan sehingga harga jual menjadi rendah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, baiknya Anda pelajari dengan benar bagaimana cara pemanenan seperti berikut ini.
  • Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan.
  • Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.
  • Bila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.
  • Bila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.
  • Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.
  • Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.

Analisis Usaha Budidaya Lele Sangkuriang Di Kolam Terpal

Dalam dunia usaha, diperlukan observasi dan analisis usaha. Observasi dan analisis usaha dilakukan untuk mengetahui banyaknya biaya produksi yang akan kita perlukan. Dari jumlah biaya produksi tersebut, maka nantinya dapat kita takar dengan baik seberapa banyak keuntungan yang dapat kita peroleh dari usaha tersebut. Hal tersebut juga dapat menjadi pijakan bagi kita agar kerugian dalam sebuah usaha dapat diminimalisir bahkan ditiadakan.

Analisis usaha budidaya lele kolam terpal ini dibuat berdasarkan pengkajian mendalam dari beberapa kasus yang dialami oleh para pengusaha budidaya lele yang menggunakan kolam terpal. Analisis usaha ini akan dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah analisis usaha budidaya lele yang berskala kecil dan analisis usaha budidaya lele berskala sedang. Analisis usaha budidaya lele yang berskala kecil dan sedang ini dapat kita jadikan acuan untuk membuat analisis usaha budidaya lele dalam skala besar.

Analisis Usaha Budidaya Lele Skala Kecil
Biaya Investasi
Lahan (menggunakan pekarangan rumah sendiri)
Rp. 0,-
2 buah terpal ukuran 2 x 3            @Rp. 150.000,-
Rp. 300.000,-  
4 buah bambu ukuran 6 meter      @Rp. 15. 000,-
Rp.   60.000,-
Paku 1 kg
Rp.     8.000,-
Tukang (dapat dikerjakan sendiri)
Rp. 0,-
Jumlah
Rp. 368.000,-

Biaya Produksi
Bibit/ benih 1000 ekor                   @Rp.      300,-
Rp. 300.000,-
Pakan bulan pertama 5kg               @Rp. 10.000,-
Rp.   50.000,-
Pakan selanjutnya 1Bal                @Rp. 180.000,-
Rp. 180.000,-
Biaya obat/lain-lain
Rp.   50.000,-
Jumlah
Rp. 580.000,-

Jumlah modal awal 
Rp. 948.000,-
Diperkirakan panen 1 kolam 150 kg
Harga lele bulan Januari 2011

150 X 9.000         
Rp. 9.000/kg (harga bisa berubah sewaktu-waktu)
Rp. 1.350.000
Pemasukan/ panen       
Rp. 1.350.000
Keuntungan/ panen  
Rp. 1.350.000 - Rp. 948.000,-
= Rp. 402.000,-

Berdasarkan analisis di atas, pada panen pertama kita hanya memiliki keuntungan sebesar Rp.402.000,-. Keuntungan tersebut dapat dikatakan sedikit karena modal awal sebesar Rp. 948.000,-. Namun perlu diingat, bahwa keuntungan sebesar Rp. 402.000 itu hanya keuntungan awal.

Kalau kita melanjutkan usaha budidaya lele ini, maka usaha kita selanjutnya tersebut tidak terbebani biaya investasi sebesar Rp. 368.000,-. Artinya, biaya yang harus kita tanggung hanya biaya produksi sebesar Rp. 580.000,-. Jadi, total keuntungan pada panen kedua adalah Rp. 402.000,- + Rp. 368.000,- = Rp. 770.000,-. Dengan demikian, pada usaha kedua kita hanya butuh modal Rp. 580.000,- untuk biaya produksi dan mendapatkan keuntungan lebih dari 100% dari jumlah modal.

Meningkatkan Produksi Lele Sehat Secara Organik


Permintaan lele tidak pernah surut, bahkan cenderung semakin meningkat. Berdasarkan data, di Jabodetabek saja membutuhkan lele sekitar 150 ton per hari. Bisa dibayangkan, berapa banyak produksi lele yang harus disediakan oleh peternak lele. Sementara itu, peternak sendiri banyak mengalami kendala dalam mengembangkan peternakan lele.

Di antaranya ialah masalah harga pakan yang terus meningkat. Sedangkan ketergantungan terhadap pakan pabrikan masih tinggi. Ironisnya lagi, pakan pabrikan dengan harga mahal tidak menjamin keberhasilan budi daya. Misalnya, banyak lele yang sakit dan tingkat kematian yang tinggi. Selain itu, hasil panen juga sering dihargai “rendah” dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pembudidaya.

Hal inilah yang melatarbelakangi RGB Gunawan menciptakan sistem budi daya lele yang ekonomis, berkualitas, dan sehat, yaitu dengan sistem probiotik organik. Sistem ini menjadikan peternak mandiri dalam penyediaan pakan serta pengondisian air (water quality). Probiotik organik merupakan kumpulan mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan semua makhluk hidup yang dihasilkan dari bahan dasar alami, tanpa melibatkan unsur kimia. Dan, ini sangat besar sekali manfaatnya dalam penerapan budi daya lele.

Sistem probiotik organik memiliki keunggulan dibandingkan sistem konvensional. Pertama, lele mendapatkan asupan pakan alami, berkualitas, dan murah hingga hemat 60%. Kedua, kepadatan kolam lebih tinggi hingga 200 ekor/m³, sedangkan sistem konvensional hanya mencapai 150 ekor/m³. Ketiga, kualitas air tetap baik karena terjaga oleh mikroorganisme yang tumbuh secara berkesinambungan. Keempat, serangan penyakit menurun dan rendahnya kematian bibit hanya 2—3%. Padahal dalam sistem konvensional bisa mencapai 10—20%. Kelima, meningkatkan pertumbuhan lele secara optimal dengan kualitas yang baik dan sehat.

Bagaimana Memulai Usaha Budi Daya Lele Sangkuriang?

Gestur dagingnya lembut, padat, dengan rasa yang gurih, renyah, dan tidak berbau lumpur. Lauk ini sangat pas dinikmati dengan nasi yang masih hangat, sambal, dan aneka lalapan. Itulah lele sangkuriang yang terus mencuri perhatian pecinta kuliner.

Diperkenalkan ke masyarakat pada tahun 2004, lele sangkuriang merupakan produk murni dari Balai Besar Pengembangan Air Tawar. Sukabumi. Pengembangan lele sangkuriang terjadi karena adanya penurunan kualitas lele dumbo akibat maraknya kesalahan pembenihan. Akhirnya, dilakukanlah proses penyilangan lele dumbo dari generasi kedua dan generasi keenam. Sehingga lahirlah lele sangkuriang yang dikenal saat ini. Penamaannya sendiri merujuk pada nama sebuah legenda di tatar Sunda, Sangkuriang, yang berhasrat menikahi ibu kandungnya sendiri.

Di kalangan pelaku budi daya ikan, lele sangkuriang menjadi salah satu primadona karena memiliki beberapa keuntungan, di antaranya produksi sangat tinggi, kemampuan bertelur dan daya tetas juga tinggi, masa panen lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, kualitas daging lebih unggul, teknik pemeliharaan lebih mudah, dan dapat dibudidayakan di lahan yang sempit.

Bagi Anda yang akan membudidayakan lele sangkuriang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Simak beberapa penjelasannya di bawah ini:

Kebutuhan Kolam
Seperti disebutkan di atas, salah satu keuntungan budi daya lele sangkuriang adalah tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Bagi pemula, kolam berukuran 5 x 2 meter sudah cukup untuk membesarkan 1.000 ekor benih lele sangkuriang. Kolam tersebut nantinya akan mampu menghasilkan lele sekitar 1―1,4 kuintal. Untuk menghemat biaya, sebaiknya dasar dan dinding kolam dilapisi terpal.  Dengan teknik ini, produksi lele tetap tinggi. Bandingkan dengan kolam tanah yang sangat rawan dengan hama, atau kolam dari semen yang memakan biaya tinggi.

Persiapan Kolam
Setelah memilih kebutuhan kolam, setidaknya ada 4 hal yang harus dilakukan agar pembenihan berjalan baik. Berikut persiapannya.

Isi kolam dengan air bersih setinggi 50 cm. Air harus bebas dari bahan kimia dan limbah.
Gunakan kotoran kambing atau domba untuk melakukan pengomposan atau pemupukan dengan dosis 1,5 kg/m2. Kotoran tersebut dimasukkan ke dalam karung, diikat rapat, lalu letakkan di sekitar kolam. Bisa digantungkan pada bambu di sekitar kolam, atau bisa juga ditempatkan di pinggir kolam. Yang jelas, karung tersebut harus bisa mengambang di atas air. Hindari pembelian kotoran kambing yang dijual di tempat yang biasanya sudah tercampur bahan kimia.

Tuangkan probiotik (ramuan herbal) ke dalam kolam untuk menyeimbangkan pH dan suhu air, menguatkan daya tahan tubuh lele, menangkal penyakit, dan menetralkan air dari zat berbahaya. Dosis yang digunakan adalah 20 cc untuk kolam berukuran 10 m2 .

Angkat karung yang berisi kotoran kambing atau domba di hari ke-8. Celupkan beberapa kali ke dalam kolam sebelum benar-benar diangkat. Pupuk yang sudah diangkat dapat digunakan kembali untuk memupuk tanaman.

Pemilihan dan Penebaran Benih
Benih yang berkualitas akan menghasilkan lele yang berkualitas juga. Secara fisik, benih yang sehat memiliki tubuh yang proporsional, dalam arti ukuran tubuh dan kepala seimbang. Benih yang berkualitas juga dapat dilihat dari gerakannya yang aktif, gesit, dan tidak berdiam diri di dalam air.  Waktu yang tepat untuk menebar benih adalah pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari.

Pemberian Pakan
Pemberian pakan juga sangat memengaruhi produksi lele. Pastikan jarak antara pemberian pakan, minimum 2―3 jam. Hindari kebiasaaan memberi pakan terlalu pagi sebelum matahari terbit. Setidaknya, sekitar pukul 09.00.  Hal ini dilakukan agar kualitas air kolam bersih dari polusi karena terpapar sinar matahari terlebih dahulu sebelum akhirnya diberi pakan baru.

Penggunaan Air Kolam
Perlu diingat bahwa penggantian air kolam hanya dilakukan jika tercium bau amis pada kolam. Jika tidak, penggantian hanya dilakukan setelah panen tiba. Alasan untuk tidak mengganti air adalah untuk menjaga kualitas suhu dan pH agar tidak berubah. Bahkan ketika pemberian pakan jenis L1, air kolam sebaiknya ditambah, dari yang sebelumnya 50 cm saat pembenihan menjadi 70 cm. Kemudian ketinggian air ditambah lagi menjadi 90 cm begitu tiba masa pemberian pelet jenis PL3. Saat PL3 habis, tambahkan lag ketinggiannya menjadi 120 cm hingga masa panen tiba.

Itulah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memelihara lele sangkuriang. Perlu juga diketahui, Food Convertion Ratio (FCR) lele sangkuriang mencapai 0,8―1, sedangkan lele dumbo lebih besar dari itu. FCR merupakan perbandingan antara berat pakan yang diberikan dengan berat pertumbuhan daging ikan. Semakin kecil niilai FCR, semakin memiliki nilai ekonomis. Itulah alasan mengapa kini semakin banyak orang yang membudidayakan lele sangkuriang.

10 Manfaat Budi Daya Lele Organik yang Wajib Diketahui


Perlu Anda ketahui bahwa tidak hanya sayuran dan buah saja yang bisa dikonsumsi secara organik. Ikan lele pun bisa dikonsumsi secara organik. Ikan lele organik diperoleh dengan menggunakan teknik budi daya yang ramah lingkungan dan dengan memanfaatkan mikroorganisme positif pada kolam budi daya dan siklus yang serupa dengan habitat asli ikan lele. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari budi daya lele organik ini. Berikut adalah 10 manfaat budi daya lele organik yang wajib Anda ketahui. 

Hemat pakan
Dapat menghemat pakan sebanyak 50—70% dari awal tebar hingga masa panen.

Hemat biaya pemeliharaan
Dapat menekan dan menghemat biaya pemeliharaan sampai dengan 50%, terutama dalam biaya pembelian pakan pelet.

Menekan persentase kematian
Pada kolam lele organik terdapat banyak phytoplankton dengan komponen aktif mikroalga yang mempunyai aktivitas antimikroba dan antioksidan. Karena itu, berbagai kelebihan phytoplankton yang ada pada kolam lele mampu menekan berkembangnya penyakit yang tidak diinginkan.

Tidak banyak memerlukan penggantian air
Kehadiran phytoplankton di kolam lele organik, dapat mengubah unsur anorganik menjadi bahan organik dalam proses fotosintesis sehingga dapat meminimalisasi penggantian air kolam.

Bebas bahan kimia
Lebih menyehatkan dan ramah lingkungan, karena tidak menggunakan bahan anorganik.

Bebas bau
Keberadaan bakteri pengurai bahan organik dalam probiotik mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen dan meningkatkan kualitas air pada kolam.

Mudah dipraktikkan
Karena prinsipnya penerapan sistem budi daya lele organik dilakukan dengan mengandalkan mikroorganisme alami sehingga Agromate cukup memantau prosesnya saja.

Limbahnya dapat dimanfaatkan
Air bekas budi daya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman, baik untuk pembibitan tanaman hortikultura maupun tanaman keras.

Membantu peternak mendapat penghasilan tambahan
Lele organik membutuhkan kotoran sapi, kambing, atau ayam. Artinya, peternak sapi, kambing, atau ayam yang terdapat di sekitar tempat budi daya lele organik bisa memperoleh penghasilan tambahan.

Rasa daging lele menjadi lebih gurih
Karena mengonsumsi pakan alami, tekstur daging lele jauh lebih bagus dan rasanya pun lebih gurih.

Minggu, 28 Juni 2015

Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Dalam budi daya lele, pakan yang diberikan harus sesuai dengan skala usaha pada kolam. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-4% berat biomas/hari. Bila susah menghitung jumlah pakan yang diberikan, pemberian pakan ikan lele juga bisa dilakukan secara ad libitum, yaitu pemberiannya dilakukan secara bertahap dalam jumlah banyak dan baru dihentikan setelah 25% dari ikan yang ada telah meninggalkan tempat pemberian pakan. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar ikan sudah mulai kenyang.

Patokan pemberian pakan lele bisa didasarkan pada konversi pakan. Misalnya, konversi pakan pada pembesaran lele sangkuriang adalah 0,8-1. Artinya, setiap 0,8-1 kg pakan yang dihabiskan akan menambah bobot ikan sebanyak 1 kg. Jadi jika jumlah tebar lele sebanyak 10.000 ekor dengan target produksi ikan konsumsi ukuran 9-10 ekor/kg maka pakan yang harus disediakan sekitar 1.000 kg.

Setiap pergantian jenis atau ukuran pakan yang berbeda sebaiknya dilakukan secara bertahap. Caranya adalah pakan lama dengan pakan pengganti dicampur. Tujuannya adalah agar ikan dapat beradaptasi dengan jenis atau ukuran pakan yang berbeda. Ukuran pakan ditetapkan dengan mempertimbangkan ukuran bukaan mulut ikan. Semakin besar ukuran tubuh ikan dan bukaan mulutnya, semakin besar pula ukuran pakannya.

Jumlah Pemberian Pakan Dalam Kegiatan Pembesaran Setiap Periode Berdasarkan Sekala Usaha
Skala Usaha (Kg) Jumlah Pakan Tambahan (Kg) Skala Usaha (Kg) Jumlah Pakan Tambahan (Kg)
100 100 2000 2000
200 200 5000 5000
500 500 10000 10000
1000 100 20000 20000

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui

Penebaran benih lele merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam kegiatan awal pemeliharaan lele di kolam. Tidak sedikit para pelaku budi daya lele yang melakukan kesalahan dalam menebar benih lele, baik cara maupun waktunya.

Waktu yang tepat untuk menebar benih lele adalah pagi hari (pukul 08.00-09.00) atau sore hari (pukul 15.30-16.30). Diperkirakan pada waktu-waktu tersebut suhu air tidak terlalu panas (stabil). Benih yang sudah ditebar tidak langsung diberi pakan. Sebaiknya puasakan benih selama sehari. Setelah itu baru diberi pakan.

Bagi yang baru menekuni budi daya lele, disarankan untuk menebar benih ukuran minimal 9-10 cm. Benih ukuran tersebut kondisinya relatif stabil dibandingkan dengan benih yang ukurannya masih kecil.

Padat tebar adalah jumlah benih yang ditebar per luas atau volume kolam. Berdasarkan pengalaman beberapa pelaku budi daya lele, padat tebar yang diterapkannya 200-400 ekor/m2. Artinya, setiap luas kolam 1 m2 dengan kedalaman 80-100 cm dapat dipelihara 200-400 ekor benih.

Ukuran benih lele ideal yang akan ditebar sebaiknya seragam. Tujuannya agar lele tidak saling menganggu dan pertumbuhannya seragam. Sesuai dengan karakternya, lele adalah binatang kanibal. Jika kekurangan pakan, akan memangsa sesamanya, terutama lele berukuran kecil. Benih lele yang berukuran kecil juga akan kalah bersaing dalam mendapatkan makanan.

Benih yang baru tiba di kolam sebaiknya jangan langsung ditebar, akan tetapi diadaptasikan terlebih dahulu (aklimatisasi) agar benih tidak stress akibat perbedaan suhu antara air dalam wadah pengangkutan dengan air di kolam barunya. Benih yang stress berpeluang besar menjadi lemah, terkena penyakit, bahkan mati.

Tahap aklimatisasi benih, yaitu sebagai berikut:

  • Kantong plastik (wadah pengangkutan) yang berisi benih didiamkan di atas permukaan air kolam sekitar 15-30 menit.
  • Karet kantong plastik di buka setelah kantong plastik didiamkan.
  • Sambil memercikkan air kolam ke dalam kantong ikan, secara perlahan kantong dimiringkan sehingga airnya bercampur dengan air kolam dan ikan pun keluar secara perlahan.


Setelah benih di tebar, sebaiknya diberi pupuk higienis (PH) denga dosis ½ nya atau 1 kg dedak untuk 20 M3 air. PH sangat berperan dalam mengobati luka pada tubuh ikan akibat sentuhan alat saat panen dan penanganan lainnya.

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Cara Mudah Pembenihan Lele

Cara pembenihan lele yang diuraikan dalam dalam pembahasan ini ialah cara pembenihan lele secara intensif. Dalam teknik ini, induk yang akan dipijahkan harus dirangsang dengan penyuntikan kelenjar hipofisa dan pembuahan dilakukan dalam wadah atau baskom. Namun, pembenihan sistem intensif ini dilakukan di luar ruangan. Selain itu, kolam tidak dipasangi pompa air atau aerator. Penekanan dalam sistem ini adalah pemberian pakan yang lebih banyak.

Dengan pembenihan sistem intensif, peternak tetap dapat memperkirakan hasil produksi yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Kekurangan dari sistem ini adalah ukuran benih yang dihasilkan. Dengan waktu pemeliharaan yang sama, ukuran benih tetapi lebih kecil dibandingkan dengan pemeliharaan lele sistem superintensif.

Kolam Indukan

Pada dasarnya tidak ada ukuran yang baku untuk kolam tempat indukan. Biasanya hanya disesuaikan dengan luas lokasi yang ada. Namun, untuk memudahkan pengelolaan dan efisiensi bisa digunakan kolam berukuran 15-20 m2 dengan tinggi 1 meter. Kolam seluas ini mampu menampung induk sebanyak 30-35 ekor. Indukan jantan dan betina dipelihara dalam kolam yang terpisah.

Kolam indukan harus memiliki lubang pemasukan dan pengeluaran air. Kedua lubang tersebut harus diberi saringan agar induk-induk lele tidak keluar. Ketinggian air di dalam kolam 60-70 cm dengan debit air mengalir 20-25 liter/menit. Air yang mengalir dalam kolam harus air bersih yang tidak tercemar limbah.

Selama pemeliharaan, induk harus diberikan pakan yang penuh gizi agar diperoleh induk yang memadai dan siap untuk dipijahkan. Jenis pakan yang bisa diberikan adalah pakan buatan berupa pelet dengan kandungan protein minimun 30%. Pakan tersebt diberikan dengan dosis 3-5% dari total bobot induk dalam kolam. Pengukuran berat bisa dengan menimbang 10 sampling lele kemudian dirata-rata beratnya. Pemberian dilakukan tiga kali sehari, yaitu pagi, sore dan malam hari.

Pemilihan Induk Siap Pijah

Pada saat akan dilakukan pemijahan, pilih induk yang sudah siap dipijahkan, yakni yang sudah matang gonad dan minimal sudah berumur 12 bulan. Ciri-ciri induk yang sudah matang gonad sama seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Penyuntikan Hipofisa dan HCG

Kelenjar hipofisa bisa diambil dari ikan donor, lele atau ikan mas. Sementara itu, HCG atau Ovaprim sudah banyak dijual di toko alat perikanan dan apotek. Adapun cara penyuntikan Ovaprim adalah sebagai berikut:

  • Siapkan alat suntik dan hormon ovaprim untuk disuntikkan. Gunakan injeksi spuit yang sudah dibersihkan dengan air panas atau gunakan alat injeksi yang baru.
  • Timbang induk ikan lele (jantan dan betina) dan tentukan dosis ovaprim. Induk yang beratnya ± 1 kg, dosis hormon ovaprim 0,3-0,5 ml. Bila beratnya 0,5 kg, maka dosis yang diperlukan setengahnya, yakni 0,15–0, 25 ml (sesuai petunjuk pada wadah hormon tersebut).
  • Sedot dengan alat injeksi spuit sebanyak hormon yang diperlukan, misalnya 0,5 ml. Usahakan posisi botol dan injeksi spuit tegak lurus, botol berada di atas. Setelah itu, sedot lagi dengan injeksi spuit yang sama akuades sebanyak 0,5 ml juga untuk mengencerkannya.
Proses Stripping dan Pembuahan

Stripping dilakukan setelah 8 jam dari penyuntikan. Bagian perut induk betina diurut dengan hati-hati hingga telur keluar dari lubang kelaminnya. Tapi sebelum melakukan pengurutan, terlebih dahulu siapkan bak penetasan telur, bersihkan terlebih dahulu bak-bak dengan permangkanat. Telur-telur yang terbuahi terlihat kuning transparan dan akan menetas setelah 34 jam sampai dengan 48 jam dikeluarkan oleh induk. Anak ikan yang keluar dari telur masih sangat kecil dan lemah. Badan transparan dan kalau dilihat dengan mikroskop akan terlihat masih mengandung kuning telur. Telur-telur yang tidak terbuahi berwarna kuning susu dan tidak akan menetas serta akan membusuk.

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan

Dalam proses pembenihan, sebaiknya mengetahui bagaimana indukan yang siap untuk pemijahan. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan.

Tingkat kematangan gonad

Gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas, sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel, tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan.

Induk jantan

Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah sebagai berikut.

  • Proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina.
  • Warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina.
  • Kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dengan warna kemerahan.
  • Gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina.
  • Kulit jantan lebih halus dibandingkan betina dan muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal.
Induk betina

Sementara ciri-ciri induk betina yang masak telur adalah sebagai berikut.

  • Warna terang.
  • Perut membulat.
  • Badan relatif panjang.
  • Susunan sisiknya teratur.
  • Umur 3−10 tahun. Hasil yang baik berumur 5−10 tahun.


Tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut di belakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka.

Anatomi sistem reproduksi jantan

Struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali, terdiri atas tubula longitudinalis. Di dalam tubuh terdapat cyste seminiferis. Di dalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma. Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif. Di luar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin.

Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore), spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia, epididymis, vasa defferentia, seminal vesikel, urogenital sinus, dan urogenital papilla pada (handrichthyes). Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma.

Anatomi sistem reproduksi betina

Ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. Biasanya jumlahnya sepasang. Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct.

Faktor yang memengaruhi pembentukan gonad eksternal dan internal

Beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah sebagai berikut.

  • Suhu berpengaruh terhadap waktu pemijahan, pematangan gonad, dan keberhasilan pemijahan.
  • Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi.
  • Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah.
  • Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan.


Beberapa faktor internal yang memengaruhi pemijahan adalah sebagai berikut.
  • Pendorong dan penghambat hormon gonadotropin pra ovulasi dan respons ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon).
  • Ketika ikan matang secara seksual, produk seks sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi.
Pematangan di kolam tanah

Cara pematangan di kolam tanah adalah sebagai berikut.

  • Siapkan kolam ukuran 50 m2.
  • Keringkan selama 2−4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam.
  • Isi air setinggi 50−70 cm dan alirkan secara kontinu.
  • Masukan 300 ekor induk ukuran 0,7−1,0 kg.
  • Beri pakan tambahan berupa pelet khusus lele dumbo sebanyak 3% setiap hari.
  • Induk jantan dan betina dipelihara terpisah.


Pematangan di bak

Cara pematangan di kolam bak adalah sebagai berikut.

  • Siapkan bak tembok ukuran panjang 8 m, lebar 4 m dan tinggi 1m.
  • Keringkan selama 2−4 hari.
  • Isi air setinggi 80−100 cm dan alirkan secara kontinu.
  • Masukan 100 ekor induk.
  • Beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3% /hari.
  • Induk jantan dan betina dipelihara terpisah.


Mengetahui kematangan gonad indukan dan bagaimana cara mematangkan gonad agar siap untuk pemijahan adalah penting. Sebab, jika indukan ditebar dan kematangan gonadnya rendah, maka indukan tidak akan menghasilkan telur.

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Manajemen Indukan Lele

Kelangkaan jumlah indukan merupakan kendala utama dalam penyediaan indukan yang siap dipijahkan. Untuk menyikapinya, perlu dilakukan pengaturan penyediaan indukan atau manajemen indukan. Dalam pelaksanaanya, digunakan beberapa buah kolam yang nantinya akan diisi dengan calon-calon induk dengan berbagai umur, mulai dari umur empat bulan hingga induk yang siap dipijahkan atau umur dua tahun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat bagan berikut:
Kolam 4 Calon induk hasil seleksi umur 1,5 tahun
Kolam 5 Induk siap pijah umur 2 tahun
Kolam 6 Induk yang telah dipijahkan
Kolam 3 Calon induk hasil seleksi umur 13 bulan
Kolam 2 Calon induk hasil seleksi umur 9 bulan
Kolam 1 Calon induk hasil seleksi umur 4 bulan

Keterangan:
  • Calon induk berumur 4 bulan dipelihara di kolam 1 sampai berumur 9 bulan. Selama waktu pemeliharaan dilakukan seleksi, calon mana saja yang akan dipindahkan ke kolam ke-2. Begitu seterusnya sampai diperoleh indukan seleksi yang siap dipijahkan dalam kolam ke-5.
  • Yang terpenting jangan ada kolam kosong. Jika kolam sampai kosong harus segera diisi dengan calon induk yang umurnya disesuaikan dengan jenis kolam. Dengan demikian nantinya induk akan selalu tersedia dan proses pembenihan akan berjalan lancar.
  • Proses ini dilakukan baik untuk penyediaan induk betina maupun jantan.

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik