Pos

Jenis-Jenis Kolam Budidaya Belut

Gambar
Dalam budidaya belut, ada beberapa kolam yang harus disediakan, yaitu kolam penampungan induk, kolam pemijahan, kolam pendedaran dan kolam pembesaran. Dari beberapa kolam tersebut, ukurannya tidak harus seragam atau sama. Artinya, masing-masing kolam bisa berbeda ukuran sesuai dengan kebutuhan. Berukut ini ukuran masing-masing kolam yang disarankan dalam budidaya Belut, yaitu:



Kolam penampungan induk. Ukurannya 200 centimeter X 200 centimeter dengan kedalaman 100 centimeter.Kolam pemisahan dan pendederan. Ukurannya 200 centimeter X 200 centimeter dengan kedalaman 100 centimeter.Kolam pembesaran. Ukurannya 500 centimeter X 500 centimeter dengan kedalaman 120 centimeter.
Selain ketiga jenis kolam tersebut, dalam budidaya Belut diperlukan juga kolam penampungan dan kolam karantina. Kolam penampungan adalah kolam yang berfungsi untuk menampung belut setelah dipanen. Kolam penampungan ini juga bisa digunakan sebagai kolam karantina sebelum Bibit Belut ditebar ke dalam kolam.
Karantina Bibi…

Cara Memilih Lokasi Ternak Belut

Gambar
Dalam bisnis terutama ternak Belut, pemilihan lokasi adalah salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan ternak Belut. Lantas, bagaimana cara memilih lokasi ternak Belut? Perlu Anda ketahui, lokasi atau lahan ternak Belut harus berisi air bersih dan kaya akan oksigen. 
Kebutuhan air bersih dan kaya oksigen ini sangat penting terutama untuk bibit atau benih yang baru berukuran 1-2 centimeter. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya, belut dewasa dapat hidup di air yang keruh. Adapun lokasi ideal ternak belut adalah sebagai berikut:
Secara klimatologis belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Belut bisa hidup di dataran yang rendah maupun tinggi. Bisa pula hidup di tempat dengan curah hujan tinggi atau rendah. Belut juga tidak terpengaruh akan kelembaban. Kualitas air untuk pemeliharaan belut tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun dan minyak/limbah pabrik. Suhu udara/temperatur optimal untuk pertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.Bib…

Prospek Ternak Belut

Gambar
Belut merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sejak beberapa tahun terakhir ini, harga belut baik di pasar lokal maupun ekspor relatif stabil, bahkan terus mengalami kenaikan. Saat ini, harga belut untuk pasar lokal berkisar antara Rp. 35.000 sampai dengan Rp.45.000 per-kilogram. Bahkan dibeberapa daerah, harganya bisa mencapai Rp.80.000 per-kilogram. Sedangkan untuk pasar ekspor, harga belut bisa mencapai 12–15 Dollar atau setara dengan Rp. 150.000–Rp.200.000 per-kilogram, jika kurs rupiah berada pada nilai Rp. 13.000.
Melihat harga Belut di atas, maka belut memiliki prospek besar untuk meningkatkan perekonomian kita, jika kita mau dan bisa membudidayakannya. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, kebanyakan orang hanya mengandalkan pasokan belut dari alam, sehingga produksinya tidak begitu masif dan berkelanjutan. Padahal, baik di pasar lokal maupun ekspor, kebutuhan akan belut dari tahun ke tahun terus meningkat. Maka dari itu, budidaya belut baik s…

Cara Ternak Belut

Gambar
Belut merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bentuk ikan belut sendiri ialah bertubuh bulat memanjang, memiliki sirip punggung, serta licin bila dipegang. Habitat asli Ikan Belut ialah daerah sungai, sawah dan rawa-rawa berlumpur. Ikan Belut termasuk suku Synbranchidae. Suku Synbranchidae terdiri dari empat generasi dengan total 20 jenis dan ditemukan hampir disemua daerah yang beriklim tropis. 
Belut berbeda dengan sidat. Meskipun bentuknya hampir sama, tetapi Ikan Belut tidak memiliki sirip, kecuali di bagian ekor yang terlihat samar-samar. Sedangkan Sidat memiliki sirip yang jelas. Ciri-ciri umum dari Ikan Belut ialah tubuhnya tidak bersisik, tidak memiliki kantung renang dan tidak memiliki tulang rusuk. Belut lebih banyak atau hidup di air tawar dan berlumpur. Sedangkan sidat hidup di air payau atau disekitar muara pantai. 
Ukuran tubuh belut bervariasi. Monopterus Indicus hanya berukuran 8,5 centimeter, sementara belut Marmer …

Cara Menyeleksi Indukan Lele

Gambar
Untuk memperoleh induk atau calon induk lele yang baik, maka perlu dilakukan seleksi. Tahap ini dilakukan mulai sejak fase telur. Benih-benih ikan yang berasal dari telur berukuran besar mempunyai kecepatan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan benih-benih berasal dari telur berukuran kecil.
Selain itu, cadangan makanan larva yang berasal dari telur ukuran besar lebih banyak daripada telur ukuran kecil. Seleksi dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Memilih benih-benih calon induk yang mempunyai bentuk luar baik.Mempunyai keunggulan fisik baik, seperti pertumbuhannya lebih cepat dibanding dengan benih lainnya.Tubuh tidak cacat dan mempunyai sifat-sifat unggul dari induknya.Benih yang telah terpilih selanjutnya dipelihara secara khusus dan terpisah untuk kemudian dijadikan calon induk.
Setelah kita menyeleksi indukan yang bakal kita pijah, maka selanjutnya kita harus tahu bagaimana cara merawat indukan. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat indukan lele Anda.
Da…

Tips Memanen Lele Sangkuriang

Gambar
Pemanenan biasanya dianggap hal mudah, namun jika tidak dilakukan dengan benar dapat merugikan Anda sendiri karena kulit ikan dapat rusak dan bau amis masih menempel di tubuh ikan sehingga harga jual menjadi rendah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, baiknya Anda pelajari dengan benar bagaimana cara pemanenan seperti berikut ini. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan.Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.Bila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.Bila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.

Analisis Usaha Budidaya Lele Sangkuriang Di Kolam Terpal

Gambar
Dalam dunia usaha, diperlukan observasi dan analisis usaha. Observasi dan analisis usaha dilakukan untuk mengetahui banyaknya biaya produksi yang akan kita perlukan. Dari jumlah biaya produksi tersebut, maka nantinya dapat kita takar dengan baik seberapa banyak keuntungan yang dapat kita peroleh dari usaha tersebut. Hal tersebut juga dapat menjadi pijakan bagi kita agar kerugian dalam sebuah usaha dapat diminimalisir bahkan ditiadakan.
Analisis usaha budidaya lele kolam terpal ini dibuat berdasarkan pengkajian mendalam dari beberapa kasus yang dialami oleh para pengusaha budidaya lele yang menggunakan kolam terpal. Analisis usaha ini akan dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah analisis usaha budidaya lele yang berskala kecil dan analisis usaha budidaya lele berskala sedang. Analisis usaha budidaya lele yang berskala kecil dan sedang ini dapat kita jadikan acuan untuk membuat analisis usaha budidaya lele dalam skala besar.
Analisis Usaha Budidaya Lele Skala Kecil Biaya Investasi