Tampilkan postingan dengan label makanan lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan lele. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2015

10 Manfaat Budi Daya Lele Organik yang Wajib Diketahui


Perlu Anda ketahui bahwa tidak hanya sayuran dan buah saja yang bisa dikonsumsi secara organik. Ikan lele pun bisa dikonsumsi secara organik. Ikan lele organik diperoleh dengan menggunakan teknik budi daya yang ramah lingkungan dan dengan memanfaatkan mikroorganisme positif pada kolam budi daya dan siklus yang serupa dengan habitat asli ikan lele. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari budi daya lele organik ini. Berikut adalah 10 manfaat budi daya lele organik yang wajib Anda ketahui. 

Hemat pakan
Dapat menghemat pakan sebanyak 50—70% dari awal tebar hingga masa panen.

Hemat biaya pemeliharaan
Dapat menekan dan menghemat biaya pemeliharaan sampai dengan 50%, terutama dalam biaya pembelian pakan pelet.

Menekan persentase kematian
Pada kolam lele organik terdapat banyak phytoplankton dengan komponen aktif mikroalga yang mempunyai aktivitas antimikroba dan antioksidan. Karena itu, berbagai kelebihan phytoplankton yang ada pada kolam lele mampu menekan berkembangnya penyakit yang tidak diinginkan.

Tidak banyak memerlukan penggantian air
Kehadiran phytoplankton di kolam lele organik, dapat mengubah unsur anorganik menjadi bahan organik dalam proses fotosintesis sehingga dapat meminimalisasi penggantian air kolam.

Bebas bahan kimia
Lebih menyehatkan dan ramah lingkungan, karena tidak menggunakan bahan anorganik.

Bebas bau
Keberadaan bakteri pengurai bahan organik dalam probiotik mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen dan meningkatkan kualitas air pada kolam.

Mudah dipraktikkan
Karena prinsipnya penerapan sistem budi daya lele organik dilakukan dengan mengandalkan mikroorganisme alami sehingga Agromate cukup memantau prosesnya saja.

Limbahnya dapat dimanfaatkan
Air bekas budi daya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman, baik untuk pembibitan tanaman hortikultura maupun tanaman keras.

Membantu peternak mendapat penghasilan tambahan
Lele organik membutuhkan kotoran sapi, kambing, atau ayam. Artinya, peternak sapi, kambing, atau ayam yang terdapat di sekitar tempat budi daya lele organik bisa memperoleh penghasilan tambahan.

Rasa daging lele menjadi lebih gurih
Karena mengonsumsi pakan alami, tekstur daging lele jauh lebih bagus dan rasanya pun lebih gurih.

Minggu, 28 Juni 2015

Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Dalam budi daya lele, pakan yang diberikan harus sesuai dengan skala usaha pada kolam. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-4% berat biomas/hari. Bila susah menghitung jumlah pakan yang diberikan, pemberian pakan ikan lele juga bisa dilakukan secara ad libitum, yaitu pemberiannya dilakukan secara bertahap dalam jumlah banyak dan baru dihentikan setelah 25% dari ikan yang ada telah meninggalkan tempat pemberian pakan. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar ikan sudah mulai kenyang.

Patokan pemberian pakan lele bisa didasarkan pada konversi pakan. Misalnya, konversi pakan pada pembesaran lele sangkuriang adalah 0,8-1. Artinya, setiap 0,8-1 kg pakan yang dihabiskan akan menambah bobot ikan sebanyak 1 kg. Jadi jika jumlah tebar lele sebanyak 10.000 ekor dengan target produksi ikan konsumsi ukuran 9-10 ekor/kg maka pakan yang harus disediakan sekitar 1.000 kg.

Setiap pergantian jenis atau ukuran pakan yang berbeda sebaiknya dilakukan secara bertahap. Caranya adalah pakan lama dengan pakan pengganti dicampur. Tujuannya adalah agar ikan dapat beradaptasi dengan jenis atau ukuran pakan yang berbeda. Ukuran pakan ditetapkan dengan mempertimbangkan ukuran bukaan mulut ikan. Semakin besar ukuran tubuh ikan dan bukaan mulutnya, semakin besar pula ukuran pakannya.

Jumlah Pemberian Pakan Dalam Kegiatan Pembesaran Setiap Periode Berdasarkan Sekala Usaha
Skala Usaha (Kg) Jumlah Pakan Tambahan (Kg) Skala Usaha (Kg) Jumlah Pakan Tambahan (Kg)
100 100 2000 2000
200 200 5000 5000
500 500 10000 10000
1000 100 20000 20000

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele

Indukan merupakan faktor penting yang harus ada dalam pengembangan lele. Penentuan indukan harus dilakukan dengan cermat agar diperoleh benih yang baik. Indukan-indukan ini bisa diperoleh dari unit-unit penghasil benih yang biasanya dikelola oleh pemerintah melalui Dinas Perikanan. Indukan juga bisa diperoleh dari pembudidaya yang sudah mendapatkan lisensi dari dinas terkait seperti Unit Pembenihan Rakyat.

Cara yang paling mudah untuk mengetahui apakah indukan baik atau tidak adalah dengan melihat banyaknya telur yang dihasilkan oleh indukan. Indukan yang baik minimal mengeluarkan telur sebanyak 10% dari berat badan totalnya saat evolusi. Jumlah telur dari setiap 100 gram berat telur yang keluar saat evolusi adalah 80.000-12.000 butir. Daya tetas telur juga menjadi indikator apakah indukan tersebut cocok atau tidak untuk dijadikan idukan. Daya tetas telur yang optimum adalah 50-60%.

Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas perlu dilakukan seleksi calon indukan atau sering disebut seleksi populasi. Dalam satu kali penentuan calon indukan dilakukan seleksi berulang-ulang sehingga didapatkan induk yang benar-benar prima. Dalam proses seleksi populasi ini, dalam satu keturunan hanya boleh diambil satu indukan betina, sedangkan indukan jantan harus diambil dari keturunan yang lain.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah indukan yang dihasilkan dari seleksi populasi maksimal hanya dapat dipakai untuk lima kali pemijahan, karena keturunan yang kelima sudah mengalami penurunan kualitas.

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik

Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele

Juraganbibitlele.blogspot.com, kali ini akan membahas mengenai makanan dan kebiasan ikan lele. Lele adalah pemakan hewan dan pemakan bangkai (carnivorousscavanger). Makanannya berupa binatang-binatang renik, seperti kutu-kutu air (Daphnia, Cladocera, Copepoda), cacing, larva (jentik-jentik serangga), siput kecil, dan sebagainya. Lele juga memakan makanan yang membusuk, seperti bangkai hewan dan kotoran manusia.

Ikan lele biasanya mencari makan di dasar perairan, tetapi bila ada makanan yang terapung maka lele juga dengan cepat menyambarnya. Dalam mencari makan, lele tidak mengalami kesulitan karena mempunyai alat perba (sungut) yang sangat peka terhadap keberadaan makanan, baik di dasar, pertengahan, maupun permukaan perairan.

Lele dikenal sebagai ikan yang rakus dalam hal makan. Meskipun dikenal sebagai ikan pemakan hewan (karnovor), tetapi dapat juga menyantap apa saja yang diperolehnya, termasuk sisa-sisa dapur, seperti nasi dan dedak yang diberikan di kolam.

Jika lele diberikan pakan yang banyak mengandung protein nabati, maka pertumbuhannya lambat. Pertumbuhan lele dapat dipicu dengan pemberian pakan berupa pelet yang mengandung protein minimal 25%, juga diberikan pakan tambahan berupa bangkai ayam, bangkai itik, ikan rucah, daging bekicot, siput air dan sebagainya.

Artikel Terkait


  1. Prospek Bisnis Ikan Lele
  2. Perkembangan Bisnis Lele Tahun 2015
  3. Mengenal Ikan Lele Budi Daya dan Konsumsi
  4. Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Lele Budi Daya
  5. Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Lele
  6. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Lele
  7. Lokasi Usaha Budi Daya Lele yang Baik
  8. Struktur Tanah dan Kualitas Air yang Baik untuk Budi Daya Lele
  9. Tipe atau Jenis Kolam untuk Budi Daya Lele
  10. Cara Menyiapkan Indukan Untuk Budi Daya Lele
  11. Manajemen Indukan Lele
  12. Cara Mengetahui Indukan Lele Siap untuk Dipijahkan
  13. Cara Mudah Pembenihan Lele
  14. Cara Penebaran Benih Lele yang Wajib Diketahui
  15. Makanan dan Cara Pemberian Pakan Lele yang Baik