Tampilkan postingan dengan label Budidaya Lele Sangkuriang Di Kolam Terpal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Lele Sangkuriang Di Kolam Terpal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2015

Analisis Usaha Budidaya Lele Sangkuriang Di Kolam Terpal

Dalam dunia usaha, diperlukan observasi dan analisis usaha. Observasi dan analisis usaha dilakukan untuk mengetahui banyaknya biaya produksi yang akan kita perlukan. Dari jumlah biaya produksi tersebut, maka nantinya dapat kita takar dengan baik seberapa banyak keuntungan yang dapat kita peroleh dari usaha tersebut. Hal tersebut juga dapat menjadi pijakan bagi kita agar kerugian dalam sebuah usaha dapat diminimalisir bahkan ditiadakan.

Analisis usaha budidaya lele kolam terpal ini dibuat berdasarkan pengkajian mendalam dari beberapa kasus yang dialami oleh para pengusaha budidaya lele yang menggunakan kolam terpal. Analisis usaha ini akan dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah analisis usaha budidaya lele yang berskala kecil dan analisis usaha budidaya lele berskala sedang. Analisis usaha budidaya lele yang berskala kecil dan sedang ini dapat kita jadikan acuan untuk membuat analisis usaha budidaya lele dalam skala besar.

Analisis Usaha Budidaya Lele Skala Kecil
Biaya Investasi
Lahan (menggunakan pekarangan rumah sendiri)
Rp. 0,-
2 buah terpal ukuran 2 x 3            @Rp. 150.000,-
Rp. 300.000,-  
4 buah bambu ukuran 6 meter      @Rp. 15. 000,-
Rp.   60.000,-
Paku 1 kg
Rp.     8.000,-
Tukang (dapat dikerjakan sendiri)
Rp. 0,-
Jumlah
Rp. 368.000,-

Biaya Produksi
Bibit/ benih 1000 ekor                   @Rp.      300,-
Rp. 300.000,-
Pakan bulan pertama 5kg               @Rp. 10.000,-
Rp.   50.000,-
Pakan selanjutnya 1Bal                @Rp. 180.000,-
Rp. 180.000,-
Biaya obat/lain-lain
Rp.   50.000,-
Jumlah
Rp. 580.000,-

Jumlah modal awal 
Rp. 948.000,-
Diperkirakan panen 1 kolam 150 kg
Harga lele bulan Januari 2011

150 X 9.000         
Rp. 9.000/kg (harga bisa berubah sewaktu-waktu)
Rp. 1.350.000
Pemasukan/ panen       
Rp. 1.350.000
Keuntungan/ panen  
Rp. 1.350.000 - Rp. 948.000,-
= Rp. 402.000,-

Berdasarkan analisis di atas, pada panen pertama kita hanya memiliki keuntungan sebesar Rp.402.000,-. Keuntungan tersebut dapat dikatakan sedikit karena modal awal sebesar Rp. 948.000,-. Namun perlu diingat, bahwa keuntungan sebesar Rp. 402.000 itu hanya keuntungan awal.

Kalau kita melanjutkan usaha budidaya lele ini, maka usaha kita selanjutnya tersebut tidak terbebani biaya investasi sebesar Rp. 368.000,-. Artinya, biaya yang harus kita tanggung hanya biaya produksi sebesar Rp. 580.000,-. Jadi, total keuntungan pada panen kedua adalah Rp. 402.000,- + Rp. 368.000,- = Rp. 770.000,-. Dengan demikian, pada usaha kedua kita hanya butuh modal Rp. 580.000,- untuk biaya produksi dan mendapatkan keuntungan lebih dari 100% dari jumlah modal.